Reaksi Netizen Terkait "Seruan" NU Tentang Penghapusan Kata Kafir

[BERITA-POLITIK.ID] Beberapa hari ini, netizen dihebohkan dengan seruan dari NU (Nahdatul Ulama) terkait penggunaan kata kafir. Sebelumnya, pada Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU), pada tanggal 27 Februari 2019 mengusulkan agar NU tidak menyebut seseorang merupakan kafir untuk WNI yang bukan merupakan seorang Muslim. Alasan nya karena sebutan kafir tersebut melabeli sesama anak bangsa yang ikut merumuskan negara.

nahdatul ulama, said aqil siraj, kafir dzimmi, non muslim, netizen islam indonesia, penghapusan kata kafir, revisi Al-Quran,
Walaupun seruan ini hanya merupakan narasi akademis, namun reaksi dari tokoh-tokoh serta netizen Indonesia cukup kritis menilai hal ini.








Kata kafir sendiri merupakan bahasa Al-Quran yang bila di artikan adalah menolak atau tidak percaya, atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari percaya (beriman). Kafir merupakan sebutan bagi mereka yang tidak percaya dengan ketuhanan Allah, dan bila didasarkan pada arti nya sendiri, sebenarnya kata ini tidak memiliki konotasi diskriminatif atau apapun yang bisa menjadi sumber konflik.

Berbeda dengan Islam yang menyebut kafir (menolak/tidak percaya) pada orang diluar Islam, di agama lain pun ada sebutan untuk orang diluar agama mereka. Misalnya Kristiani yang menyebut orang diluar Kristen sebagai "Domba yang tersesat", atau Hindu yang memiliki label MAITRAH untuk orang non Hindu, atau ABRAHMACARIYAVASA untuk orang non Budha. Semua sebutan ini tentu saja sudah dipahami oleh semua umat beragama di Indonesia dan setelah 70an tahun Indonesia merdeka, baru sekarang ada yang mempermasalahkan dan memancing reaksi netizen.

Kalau mau bersikap adil, seharusnya NU juga mendorong ormas agama lain untuk jangan menyebut orang-orang diluar agama nya dengan sebutan-sebutan diatas. Sehingga apa yang ditakutkan oleh NU bahwa akan ada perasaan sakit hati antara sesama anak bangsa karena penyebutan-penyebutan tersebut bisa di hilangkan. Tapi, tentu saja kita tahu, bahwa saat ini Islam adalah agama yang paling sering di permasalahkan untuk sesuatu yang seharusnya seluruh umat beragama di Indonesia sudah selesai memahami. Entah sampai kapan, energi bangsa ini berhenti dihabiskan untuk hal-hal remeh seperti ini.

Related : Reaksi Netizen Terkait "Seruan" NU Tentang Penghapusan Kata Kafir

0 Komentar untuk "Reaksi Netizen Terkait "Seruan" NU Tentang Penghapusan Kata Kafir"