Kultwit Fahri Hamzah Terkait Islamophobia, Bahaya nya, dan Misteri Cawapres Petahana

Kultwit Fahri Hamzah Terkait Islamophobia, Bahaya nya, dan Misteri Cawapres Petahana


1 Maret 2019

[BERITA-POLITIK.ID] Presiden @jokowi masih diboncengi banyak anasir #Islamophobia ...mereka gak paham betapa indahnya perbedaan...dan betapa indahnya Islam sebagai agama mayoritas...sudah berabad lamanya..5 tahun belakangan #Islamophobia meningkat...

Masak #KataHalal aja masalah, #KataKafir masalah, #KataJihad dicuriga, #KataSyariah serem, dan banyak lagi di alam sadar dan bawah sadar mereka.... #Islamophobia ini tentang pengetahuan...malas belajar agama lalu jadi curiga dan benci... bahaya.

Di Amerika, Donald Trump mengeluarkan banyak kata yang diduga mengandung unsur #Islamophobia lalu rakyat melawan dengan banyaknya anggota kongres yang beragama Islam sekarang...demokrasi Amerika melawan dengan politik perwakilan...

Saya belum bisa mencerna bagaimana orang Islam di INDONESIA bisa dicurigai macam2; tidak NKRI, anti toleransi, Arabisasi, dan apa lagi. Apa mereka gak lihat jumlah pejabat dan jumlah orang kaya di negeri ini? Gak pernah ada diskriminasi. Ini #Islamophobia penyakit bahaya.

Maka, menjadi penting untuk terus-menerus mengingatkan anak bangsa bahwa #Islamophobia dapat kita pahami di barat sana, tapi tidak di negeri ini. Ini negara yang berdiri dengan fondasi agama. Dengar lagi penjelasan ahli sejarah dan konstitusi kita. Ketuhanan adalah nasib kita.

Saya masih ingin ingatkan bahaya pidato seperti gubernur DKI saudara Ahok atau BTP. Menurut hukum kita itu penyakit #Islamophobia yang telah dihukum sebagai ujaran (pidato) kebencian #HateSpeech. Meski Kyai Ma’ruf menyesal saya mewakili hukum yg tak menyesal.

Dulu, sebelum menjadi Ketua Umum MUI, Kyai Ma’ruf Amin (KMA) adalah yang memimpin banyak fatwa MUI yang mewakili sikap Islam dalam negara termasuk yang kontroversial.; fatwa tentang aliran sesat, Ahmadiyah, LDII, topi santa, pemimpin bohong, rokok, dll.

Seperti penyesalan KMA terhadap fatwa “penistaan agama oleh Ahok”, kita berharap beliau tidak menyesali fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI ketika beliau memimpin bidang fatwa. Sebab itu bisa menghilangkan arti kehadiran Lembaga yang lahir sejak Buya hamka dulu.

Dengan jejak2 fatwa seperti itu, KMA Sebetulnya sangat tidak cocok dengan kaum Sekuler liberal pendukung petahana. Katakanlah pendukung Kelompok Gunawan Mohamad, mereka sangat sinis kepada MUI. Tidak sedikit mereka yang minta MUI dibubarkan. Mereka punya grup media dan loby.

Kelompok anti MUI banyak sekali dan puncak kemarahan mereka justru terjadi Setelah Fatma MUI tentang Gubernur Basuki yang dianggap melakukan penistaan agama. Baca link di sini:

MUI Nyatakan Sikap Soal Ucapan Ahok Terkait Al Maidah 51, ini Isinya

Foto: Dok. MUI Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap terkait ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. Setelah melakukan kajian, MUI menyebut ucapan Ahok memiliki konsekuensi hukum. Pernyataan sikap ini diteken oleh Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin dan Sekretaris Jenderal MUI Dr. H.

Bahkan terkait sikap MUI tentang kasus Pidato Gubernur DKI itu, KMA menganggap itu bukan sekedar fatwa tetapi lebih tinggi dari fatwa. Hal itu dapat dipahami karena pandangan itu sangat luas, bahkan menyangkut kepemimpinan dalam Islam. Link:

Ma'aruf: Sikap Keagamaan MUI Terkait Penistaan Agama Ahok Lebih Tinggi dari Fatwa : Okezone News

JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, sikap keagamaan dari lembaganya terkait penistaan agama yang didakwa dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibahas oleh empat komisi di internal MUI; Komisi Fatwa, Infokom, Kajian dan Perundang-undangan. Hal itu disampaikan Ma'aruf saat bersaksi dalam sidang kasus Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.
Nah, Sekarang pembuat fatwa MUI telah dipilih jadi calon wakil presiden. Pertanyaanya adalah, “apakah ini untuk sebuah kerja mengakomodasi fatwa2 MUI atau sekedar simbol untuk mengelabui kalangan yang setia dengan fatwa MUI agar mendukung calon wapres petahana?”.

Inilah debat yang sekarang berkecamuk di kalangan Islam. Tentang motif petahana mengambil KMA sebagai calon wakil presiden. Ada yang menganggap ini serius tapi tidak sedikit yang meragukan niat memilih Ketua Umum MUI ini. Langkah itu dia gak hanya kamuflase semata.

Related : Kultwit Fahri Hamzah Terkait Islamophobia, Bahaya nya, dan Misteri Cawapres Petahana

0 Komentar untuk "Kultwit Fahri Hamzah Terkait Islamophobia, Bahaya nya, dan Misteri Cawapres Petahana"